Menyiapkan
bekal untuk anak sekolah memang menjadi rutinitas pagi hari yang biasa para ibu
lakukan. Dengan membawa bekal, si kecil jadi tidak perlu jajan di luar yang
kualitas kebersihannya diragukan. Namun seringkali mereka pulang dengan keadaan
isi kotak bekal masih utuh alias tidak menghabiskan bekalnya.
Ada
beberapa kemungkinan yang menyebabkan mereka tidak menghabiskan bekal, salah
satunya adalah tampilan isi bekal yang kurang menarik. Kemudian mereka lebih
memilih jajanan di luar dengan bentuk dan warna yang mencolok. Padahal kita
tidak tahu bagaimana kualitas kebersihan dari jajanan tersebut. Lalu apa
solusinya agar bekal sekolah terlihat menarik bagi si kecil?
Menyiapkan
makanan yang sehat untuk buah hati adalah kewajiban kita sebagai orang tua,
apalagi jajanan di luar sana sudah semakin mengkhawatirkan saja. Apalagi jika
melihat jajanan yang harganya murah, sudah memakai pewarna tekstil, pemanis
buatan, pengawet yang dilarang. Bisa dibayangkan bukan bagaimana bahayanya
untuk buah hati kita?
Saat
ini semakin banyak bermunculan jajanan sekolah yang belum tentu terjamin
kebersihan dan kandungan gizinya. Biasanya jajanan sekolah cenderung memiliki
rasa yang enak dan tampilan yang memikat anak kecil, sehingga anak kecil
tertarik untuk membelinya atau bahkan merasa ketagihan. Maka dari itu, sebagai
orang tua yang bertanggung jawab, terutama ibu, maka kita wajib menyediakan
bekal makanan yang sehat dan menarik untuk disantap buah hati kita saat di
sekolah sehingga mereka terbebas dari bahaya.
Untuk
mengatasi hal tersebut, Bunda dapat mengakalinya dengan menyiapkan bekal
makanan dengan tampilan yang menarik, namun tetap mengandung gizi seimbang yang
dibutuhkan oleh buah hati. Mungkin Bunda merasa kebingungan dalam membuat
bekalan makanan yang sehat sekaligus menarik untuk anak.
Nah,
bento mungkin bisa jadi salah satu solusinya. Bento adalah bekal ala Jepang
yang kini telah dimodifikasikan supaya terlihat unik dan menarik untuk anak.
Ada beragam kreasi bento dengan isian nasi, sayur, lauk, dan buah dalam satu
kotak. Uniknya, semua makanan tersebut dapat dikreasikan sedemikian rupa
sehingga berbentuk karakter, kartun, atau hewan favorit si kecil.Bento
merupakan seni kreasi dari jepang untuk menghias makanan menjadi menarik dan
unik. Menghias makanan ala Bento biasanya dengan karakter lucu seperti kucing,
boneka dan lain-lainnya. Anda juga dapat mengembangkan seni Bento ini sesuai
dengan kreasi dan kreatifitas anda.
Anak-anak
senang dengan hal-hal yang unik dan menarik seperti boneka, karakter kartun
lucu seperti sponge bob dan lain-lain. Hal yang disukai anak-anak dapat kita
manfaatkan untuk ide kreatif dengan membuat makanan bekal sekolah dan
menghiasnya menyerupai karakter lucu agar si anak dapat menyantap makanan
dengan lahap. Selain bentuk bekal sekolah yang unik, bahan-bahan yang digunakan
adalah sayuran dan daging yang sarat kandungan vitamin dan gizi.
Memanfaatkan
bahan seperti buah wortel, sayuran bayam yang kita bentuk sedemikian rupa,
dengan tambahan nasi akan menambah minat makan anak. bahan yang digunakan juga
bahan-bahan yang mudah didapat dengan harga terjangkau. Anda hanya membutuhkan
imajinasi dan kreatifitas dalam membentuk makanan bekal sekolah anda. Lagi pula
cetakan untuk membentuk nasi menjadi karakter mainan juga saat ini sudah banyak
beredar di pasaran. Belilah beberapa jenis bentuk cetakan berbentuk karakter
tersebut agar tampilan makanan bekal sekolah anak anda lebih variatif dan tidak
membosankan.
Salah
satu cara agar anak semangat makan adalah menyiasatinya dengan sajian berbentuk
lucu dan menarik. Idenya adalah sederhana, anak masih suka bermain dan memang
ini adalah masa yang menyenangkan baginya. Jadi kenapa tidak menggunakan
pendekatan bermain dalam menyiapkan hidangan untuk membangkitkan keceriaan dan
selera.
Selain
menarik, bento akan membantu anak-anak untuk mengurangi keinginan mereka jajan
sembarangan. Kemungkinan anak keracunan makanan atau diare akibat jajan di
pinggir jalan yang penuh debu, makanan yang sarat pewarna, pengawet, dan bahan
membahayakan lainnya pun bisa dikurangi. Menu bento yang bervariasi juga
dijamin lebih sehat dibandingkan menu jajanan pinggir jalan. Harus kita akui,
orang Jepang memang selalu mempunyai cara unik untuk melakukan hal-hal positif.
Kami
akan memberikan beberapa tips untuk Bunda dalam membuat bekalan makanan yang
sehat sekaligus menarik untuk anak.
1.
Perhatikan Kandungan Gizinya
Hal
utama yang harus Bunda perhatikan dalam membuat bekal makanan untuk buah hati
adalah kandungan gizinya. Asupan gizi yang seimbang sangat penting untuk
mendukung tumbuh kembang anak, baik itu pertumbuhan fisik maupun kecerdasan
otak. Oleh karena itu, pastikan Bunda menyiapkan bekal makanan yang memenuhi
kebutuhan gizi si kecil. Variasikan menu yang mengandung karbohidrat, lemak,
protein, vitamin, dan mineral yang sesuai dengan kebutuhan anak. Karbohidrat
dapat diperoleh dari kentang, nasi, dan jagung, sedangkan protein diperoleh
dari ikan, ayam, dan daging sapi. Lemak dapat diperoleh dari ikan, daging ayam,
telur dan susu. Vitamin dari buah-buahan, sedangkan mineral dari sayur-sayuran
dan susu.
2.
Diskusikan Variasi Menu dengan Anak
Agar
setiap harinya Bunda tidak kebingungan dalam menentukan bekal untuk si kecil,
Bunda dapat membuat daftar variasi menu per minggu. Dengan menu makanan yang
bervariasi setiap harinya, si kecil tidak akan merasa bosan menyantap makanan
tertentu. Bunda dapat memanfaatkan libur weekend untuk berdiskusi dengan si
kecil mengenai makanan apa yang ingin ia makan dalam waktu satu minggu ke
depan.
3.
Bentuk Makanan dengan Pola Lucu
Agar
si kecil bersemangat saat menyantap bekal makanan yang Bunda siapkan, Bunda
dapat membentuk makanan dengan pola-pola yang lucu dan unik. Saat ini
cetakan-cetakan lucu untuk membuat bekal sudah sangat banyak beredar di
pasaran, jadi Bunda tidak perlu pusing dan tidak perlu menghabiskan banyak
waktu untuk membentuk makanan dengan pola yang lucu.
4.
Gunakan Kotak Makan dengan Karakter Kesukaannya
Anak
cenderung lebih menyukai barang-barang yang berkaitan dengan karakter tokoh
kartun idolanya. Untuk membuat bekal makanan menjadi lebih menarik di mata si
kecil, salah satu cara yang dapat Bunda lakukan adalah dengan menggunakan kotak
makan yang dengan gambar tokoh kartun idola si kecil.
5.
Samarkan Makanan yang Tidak Disukainya
Jika
buah hati Bunda termasuk anak yang“picky eater” atau pilih-pilih dalam hal
makanan, Bunda dapat mengkombinasikan makanan yang tidak disukainya dengan
makanan yang disukai. Misalnya si kecil tidak menyukai wortel dan sangat
menyukai nugget, Bunda dapat mencampurkan potongan wortel ke dalam adonan
nugget yang Bunda buat.
Adapula
berikutini adalah tips-tips membuat
bekal yang menarik agar selalu habis dilahap oleh si kecil :
1.
Buat Bekal Penuh Warna
Selain
lebih menarik, bahan makanan yang berwarna-warni biasanya mengandung zat gizi
yang berbeda, sehingga bekal buatan kita memenuhi variasi gizi yang dibutuhkan
anak.
2.
Buat Bentuk yang Menarik
Kita
pasti pernah melihat inspirasi bekal makan siang dan bento di berbagai media
sosial yang menarik dengan berbagai macam bentuk. Coba buat potongan apel
dengan bentuk bintang, roti dengan bentuk binatang, dan lain-lain untuk menarik
anak-anak untuk memakannya dengan gembira.
3.
Buat Bekal yang Mudah Disiapkan
Pagi
hari adalah saat-saat repot ketika semua anggota keluarga bersiap ke kantor
atau sekolah. Menyiapkan bekal dari malam sebelumnya sehingga bekal tinggal
dipanaskan jadi pilihan praktis. Menyiapkan bekal seperti ayam goreng atau nasi
goreng yang dibuat dengan bumbu instan bisa menjadi pilihan praktis yang lezat!
ada banyak merk bumbu praktis yang rasanya sangat enak.
4.
Biarkan Anak Memilih
Beri
anak pilihan dari beberapa menu makanan yang sehat dan mudah disiapkan, lalu
tanyakan kepadanya bekal apa yang ia inginkan. Jika makanannya adalah pilihan
anak, maka anak akan bersemangat untuk memakannya.
5.
Variasikan Menu Bekal
Sandwich
memang mudah disiapkan. Tapi, kalau si kecil dibekali sandwich setiap hari,
tentu ia akan bosan. Karena itu, variasikan menu bekal yang kita buat.
Misalnya, roti yang digunakan bisa divariasikan dari roti putih biasa jadi roti
pita, tortilla, roti gandum, dan lain-lain. Hal yang sama juga bisa dilakukan
pada menu lain.